'Penemu' iPhone 4G Mengaku Menyesal

'Penemu' iPhone 4G Brian Hogan
WASHINGTON - Pria yang mengaku telah menemukan iPhone 4G mengaku telah menyesal. Ia sadar, harusnya iPhone tersebut dikembalikan ke Apple bukan malah dijual ke blog Gizmodo.

Dilansir melalui Wired, Jumat (30/4/2010), remaja bernama Brian J Hogan itu mengaku telah menerima pembayaran dari Gizmodo. Namun uang itu dianggap sebagai uang jasa karena memperbolehkan Gizmodo mengangkat gambar iPhone 4G dan membahasnya secara eksklusif.

"Pihak Gizmodo meyakinkan saya jika memperlihatkan smartphone tersebut kepada media massa, bukanlah hal yang melanggar hukum," ujar Hogan yang tinggal di Redwood City, California, AS.

Dikatakan pengacaranya, Hogan telah dimintai keterangan oleh pihak berwajib namun belum ditetapkan bersalah atau tidak. Walaupun begitu, Hogan memastikan akan bekerja sama dengan pihak berwajib.

Di bawah undang-undang wilayah California, perbuatan Hogan, yang menemukan barang bukan miliknya dan tidak dikembalikan kepada si empunya, dianggap sebagai pencurian.

"Kami masih meneliti kemungkinan adanya kejahatan di sini. Kami masih mencari tahu apakah ini kejahatan atau pencurian," ujar kepala kepolisian San Mateo County Stephen Wagstaffe.

Seperti diketahui, Hogan telah menemukan purwarupa iPhone 4G yang diduga ditinggalkan oleh staf Apple bernama Gray Powell di sebuah kedai kopi di California. Dijelaskan pengacaranya, Hogan tidak mengetahui apa isi barang tersebut sampai cover palsu ponsel tersebut dibuka dan memperlihatkan logo Apple dengan tulisan iPhone.

"Brian pernah sekali menggunakan iPhone tersebut untuk membuka Facebook. Namun semenit kemudian, ponsel itu langsung mati dan tidak dapat digunakan lagi hingga akhirnya berpindah ke tangan redaksi Gizmodo," ujar Jeffrey Bornstein, pengacara Hogan.

Meski teman-temannya menyarankan untuk menghubungi pihak Apple dan mengembalikan ponsel tersebut, Hogan tidak melakukannya. Dia malah mengirimkan email kepada beberapa media teknologi ternama dan menawarkan untuk memperlihatkan Apple tersebut kepada mereka. Pilihan pun jatuh kepada Gizmodo dengan imbalan bayaran sebesar USD5.000.

Ditambahkan Bornstein, saat ini Hogan dan keluarganya sedang diungsikan ke tempat yang aman untuk menghindari publikasi dari media yang berlebihan.

Selain Hogan, kepolisian California juga mengincar editor Gizmodo, Jason Chen yang dituduh menjadi penadah barang curian dan mempublikasikan perangkat tersebut tanpa izin.